Senin, 01 Oktober 2012

teori singkat Heat Exchanger



Penukar kalor atau yang lebih dikenal dengan heat exchanger merupakan suatu alat untuk memindahkan energi dalam bentuk panas (kalor) antara dua fluida yang berbeda temperaturnya. Pada alat penukar kalor ini perpindahan energi biasanya terjadi tanpa adanya kontak langsung antara kedua fluidanya. Fluida yang saling bertukar energi tersebut dapat merupakan dua fluida yang berbeda fasanya ataupun juga mempunyai fasa yang sama.
Penukar kalor merupakan suatu peralatan mesin yang amat penting, baik didalam sebuah sistem pembangkit tenaga, proses-proses industri, bahkan penukar penukar kalor ini sering kita jumpai pada peralatan rumah tangga seperti freezer dan lain sebagainya. Jenis-jenis heat exchanger yang sering digunakan antara lain. Alat penukar kalor yang sering digunakan dalam pembangkitan tenaga ;
1.      Condensor
2.      Pemanas
3.      Boiler.
4.      Alat Pendingin.
Di dalam industri  masalah perpindahan kalor adalah hal yang sangat banyak tejadi, mekanisme perpindahan kalor ini dapat terjadi melalui 3 cara, yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. Untuk melakukan proses pertukaran kalor ini digunakan suatu alat penukar kalor, kalor yang dihantarkan melalui suatu benda sering harus dibuang baik secara konduksi, konveksi ataupun radiasi. Dengan menggunakan alat penukar kalor, sejumlah kalor yang harus dibuang tersebut dapat dimanfaatkan guna proses pemanasan fluida yang lain, disini alat penukar kalor yang digunakan adalah jenis Shell and Tube. Dalam pengoperasiannya alat penukar kalor jenis ini tidak diperlukan bahan bakar tambahan ataupun cara pendinginan yang khusus.
            Setiap penukar kalor memiliki efektifitas yang berbeda sesuai dengan bentuk shell ataupun bentuk tube nya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh jumlah laluan tube terhadap laju perpindahan kalor dan efektivitas untuk kecepatan aliran massa yang sama pada setiap tube.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar