Belt Conveyor
Fungsi alat
Belt conveyor atau ban
berjalan adalah alat transportasi yang paling efisien dalam pengoperasiannya
jika dibanding dengan alat berat / truck untuk jarak jauh, karena dapat
mentransport material lebih dari 2 kilometer, tergantung disain belt itu
sendiri. Material yang ditransport dapat berupa powder, granular atau lump
dengan kapasitas lebih dari 2000 ton/jam, hal ini berkembang seiring dengan
kemajuan disain belt itu sendiri. Saat ini sudah dikembangkan belt conveyor
jenis long curve, yaitu belt dengan lintasan kurva horizontal maupun vertikal
dengan radius minimum 400 m, sehingga sangat cocok untuk medan berliku dan jarak
jauh. Keuntungan lainnya penggunaan belt adalah kemudahan dalam pengoperasian
dan pemeliharaan, tetapi belt tidak tahan temperatur di atas 200 0C. Dengan belt conveyor,
material dapat diumpan disepanjang lintasan, begitu juga pengeluarannya.
Jenis belt bisa berupa
textil rubber belt, metal belt, steel cord belt. Jenis yang paling banyak
dipakai adalah jenis textil rubber belt. Lintasan belt dapat direncanakan
horizontal, inklinasi, kombinasi inklinasi dan horizontal. Sudut kemiringannya
tergantung koefisien gesek antara material yang diangkut. Dalam prakteknya
sudut inklinasi berkisar antara 7o– 10o lebih kecil dari sudut gesek material belt. Hal ini
disebabkan karena adanya penurunan belt (belt sag) antara idler roller,
sehingga inklinasi lebih besar dari inklinasi belt itu sendiri.
Prinsip kerja
Prinsip kerja belt conveyor adalah mentransport material yang
ada di atas belt, dimana umpan atau inlet pada sisi tail dengan menggunakan
chute dan setelah sampai di head material ditumpahkan akibat belt berbalik
arah. Belt digerakkan oleh drive / head pulley dengan menggunakan motor
penggerak. Head pulley menarik belt dengan prinsip adanya gesekan antara
permukaan drum dengan belt, sehingga kapasitasnya tergantung gaya gesek
tersebut.
Komponen-komponen utama
alat
Bagian penggerak head pulley dengan menggunakan motor listrik
yang diteruskan ke gear reducer dengan coupling diteruskan kembali ke head
pulley. Kelangkapan alat ini ada yang dipasangi holdback / back stop untuk
mencegah belt mundur saat berhenti ketika ada muatan, ini digunakan pada belt
conveyor yang menanjak. Pada bagian bawah head pulley biasanya dilengkapi
dengan pembersih / belt cleaner, fungsinya untuk membersihkan material yang
menempel pada belt setelah material dituangkan.
2. Conveying
component
Komponen utama dari alat ini adalah head pulley, tail pulley,
take up pulley, idler roller dan rubber belt. Head pulley berguna untuk menarik
belt, sedang tail pulley untuk memutar balik belt dan take up pulley sebagai
beban tetap yang menjaga ketegangan pulley agar didapat friksi yang cukup
sehingga tidak slip. Untuk idler terdiri dari carry roller, return roller dan
training roller. Carry roller untuk menahan material transport di sisi atas
sedang return roller untuk menahan belt yang kembali dari head pulley dan
training roller berfungsi sebagai self alignment roller yang bertujuan agar
belt tetap berada di tengah lintasannya.
Bentuk bentuk pulley :
Rubber belt adalah komponen utama untuk membawa material ,
dimana kekuatannya tergantung kepada kapasitas material yang ditransportnya.
Rubber belt terbuat dari karet yang direinforcment (diperkuat) oleh carcas,
yaitu rajutan dari benang nilon atau lainnya yang sangat kuat, sedang
untuk belt dengan lintasan yang cukup jauh dibutuhkan belt dengan kekuatan
tarik yang cukup besar, sehingga belt ini di reinforcment dengan anyaman kawat
baja / steel cord. Rubber belt ini dibuat dengan panjang tertentu, sehingga
diperlukan sambungan, baik dengan sistem mechanical atau pun vulcanized (dingin
atau pemanasan).
Secara umum persyaratan
belt adalah sebagai berikut :
- Tahan
beban tarik
- Tahan
beban kejut
-
Perpanjangan spesifik yang rendah
-
Fleksibel
- Tidak
menyerap air
Belt terdiri dari beberapa lapis :
- top
cover (rubber)
- Breaker
ply (pelindung carcass)
- Fabrik
Carcass (canvas/ply)
- Bottom
cover
Tidak ada komentar:
Posting Komentar